Saturday, August 19, 2017

Proses terjadinya layanan DHCP

1. DHCP Discovery
     Adalah proses dimana komputer klien melakukan broadcast di sebuah network untuk mengetahui apakah terdapat layanan DHCP di dalam subnetnya. Komputer klien akan menyebarkan paket UDP dengan tujuan 255.255.255.255 atau ke alamat broadcast di dalam subnetnya. Komputer klien juga
merequest IP yang sama (pernah dipakai), apabila sebelumnya pernah terlayani oleh server DHCP yang sama.



2. DHCP Lease Offer
    Adalah proses ketika DHCP server telah menerima request dari klien, membuat reservasi alamat IP kemudian menawarkan alamat yang telah dialokasikan kepada klienmelalui paket DHCPOFFER melalui protocol UDP. Server DHCP menggunakan MAC Address dari kartu jaringan klien untuk
membedakan request-request antar klien yang akan dilayaninya.



3. DHCP Request
Adalah proses dimana klien telah menerima paket “tawaran” dari server DHCP dan meresponnya dengan melakukan requesting terhadap alamat IP yang telah di tawarkan oleh server DHCP dengan
mengirimkan paket DHCPREQUEST kepada server. Klien dapat menerima beberapa tawaran sekaligus dari beberapa server DHCP, tetapi hanya tawaran yang berasal dari salah satu server yang akan diterima oleh klien. Melalui opsi identifikasi server, setiap server akan diberitahu oleh klien
melalui paket ini (DHCPREQUEST) apabila ada klien yang telah memakai layanan DHCP, sehingga server DHCP yang menawarkan akan membatalkan tawaran mereka terhadap klien tersebut.



4. DHCP Lease Acknowledgement
    Adalah proses final dari terjalinnya layanan DHCP ini, dimana server DHCP menerima paket DHCPREQUEST dari klien yang kemudian server DHCP akan mengirimkan paket DHCPACK kepada klien. Paket DHCPACK ini terdiri dari waktu atau durasi pelepasan IP yang dipakai, alamat IP yang ditawarkan dan lain-lain. Pada poin ini, proses komunikasi antara klien dan server telah selesai dan klien akan melakukan konfigurasi secara otomatis dengan parameter-parameter (Alamat IP, Subnetmask, Alamat Gateway, Alamat DNS) yang telah di berikan oleh server DHCP.


Setelah konfigurasi selesai, maka klien menggunakan paket ARP untuk memberitahu server pemberi layanan, agar alamat IP yang telah digunakan tidak ditawarkan oleh klien lainnya. Ketika, waktu
durasi pemakaian alamat IP yang diberikan oleh server DHCP habis, maka proses ini (4 fase) akan diulangi lagi oleh klien akan tetapi dengan merequest paket yang sama seperti yang telah di terima sebelumnya. Jika server DHCP adalah authoritative server, maka server DHCP akan menolak request tersebut dan menawarkan alamat IP yang baru terhadap klien. Klien akan mendapatkan
alamat IP yang sama dengan sebelumnya ketika server DHCP adalah non authoritative
server.

0 comments

Post a Comment