Jumat, 20 Oktober 2017

Cara Kerja Fiber Optic

Kalau membicarakan fiber optik, anda harus mengerti bahwa prinsip dasar fiber optik adalah mentransmisikan pancaran cahaya yang merambat di dalamnya.

Prinsip ini berlaku pada semua fiber optik. Yang berbeda adalah cara perambatannya. Pada fiber optik single-mode, cahaya tidak memantul pada dinding-dinding core. Hanya berjalan lurus dan hanya ada satu pancaran cahaya.

Sedangkan pada multi-mode cahaya memantul-mantul pada dinding core, dan ada beberapa pancaran cahaya yang memantul-mantul. “Lho kok bisa ya, cahaya ngga nembus kaca? Padahalkan harusnya tembus keluar cahayanya…” Ya anda memang ngga salah. Tapi ternyata ada yang tidak anda ketahui.

Ketika cahaya memancar pada suatu permukaan dengan sudut yang tajam (dibawah 42⁰), maka cahaya tersebut akan terpantulkan. Seakan-akan kaca tersebut adalah sebuah cermin. Hasilnya akan berbeda kalau sinar tersebut datang dari sudut 90⁰, dimana sinarnya akan tembus langsung keluar kaca.

“Lalu bagaimana kok bisa data-data ditumpangkan ke pancaran cahaya?” Memang, hal ini terasa ajaib ,absurd Rasanya ngga mungkin, tapi manfaatnya sudah kita rasakan. Jadi mudahnya begini..
Data anda dalam bentuk sinyal elektrik atau digital diubah menjadi  sinyal-sinyal cahaya. Proses ini terjadi pada komponen jaringan fiber optik yang bernama “optical transmitter”.

Setelah sampai pada tujuan, terdapat sebuah sensor “fotodioda” yang mengubah sinyal cahaya kembali menjadi sinyal digital dan elektrik yang dapat dibaca komputer anda. Terlalu teknikal memang, tapi seperti inilah garis besarnya. Apakah anda sudah tau apa itu

Penejelasan Diagram Cara Kerja Fiber Optic di atas :

Sumber pesan
Sumber pesan bisa berupa besaran fisik seperti suara dan  gambar, sehingga diperlukan transduser (sensor) yang merubah message dari bentuk non-listrik ke bentuk listrik.

Modulator
Memiliki 2 fungsi utama, pertama merubah message elektrik ke dalam bentuk yang sesuai. Pada bagian Drive, terjadi pengaturan penguatan daya (tegangan dan arus). Kemudian  sinyal listrik ditumpangkan ke bagian pembangkitan sinyal pembawa, yaitu bagian Carrier source. Sinyal informasi ditumpangkan pada gelombang cahaya Laser Diode (LD) atau Light Emitting Diode (LED). Format modulasi dapat dibedakan menjadi modulasi analog dan digital.

Channel Coupler
Bagian ini menyalurkan power gelombang cahaya yang telah termodulasi dari carrier source ke serat optik. Channel Coupler merupakan bagian penting dari desain sistem komunikasi serat optik sebab kemungkinan loss yang tinggi

Penguat Optikal (Amplifier)
Dibutuhkan pada sambungan ratusan atau ribuan kilometer agar didapatkan power yang cukup pada receiver.

Repeater
hanya digunakan untuk sistem digital, dimana berfungsi merubah sinyal optik yang lemah ke bentuk listrik kemudian dikuatkan
dan dikembalikan ke bentuk sinyal optik untuk transmisi berikutnya.

Detector dan Amplifier
Digunakan foto-detektor (photo-diode, photo transistor dsb) yang berfungsi merubah sinyal optik yang diterima menjadi sinyal listrik. Sementara Amplifier sebagai penguatan sinyal listrik yang telah diterima

Sinyal Elektrik
Output yang dihasilkan adalah output yang masih dalam bentuk sinyal listrik. Untuk merubahnya ke sinyal informasi yang diinginkan, harus dirubah menjadi gelombang suara atau visual image melalui perangkat keras output seperti LCD dan speaker.

0 komentar

Posting Komentar